• 0

TEKNIK PEMBIUSAN MINIM NYERI PADA KHITAN BAYI

 

Bayi merupakan pasien yang cukup unik, karena sangat tidak kooperatif dan komunikatif ketika dikhitan. Dalam hal pembiusan pun kebanyakan praktisi khitan kesulitan dalam mengevaluasi apakah obat bius yang dimasukkan sudah efektif atau belum. Sementara sukses tidaknya pembiusan menentukan kesuksesan dalam mengkhitan.

Berikut ini tahapan-tahapan pembiusan lokal pasien bayi yang biasa saya lakukan :

Tahap Persiapan :

  1. 2 jam sebelum tindakan Minumkan Paracetamol Drop dgn dosis 0,1ml x kgBB
  2. 1 jam sebelum tindakan olesi area injeksi dengan salep Lidocain atau kombinasi Lidocain-Prilokain kemudian ditutup menggunakan plester/plastik
  3. 30 menit sebelum tindakan usahakan bayi sdh menetek sampai kenyang dan sdh disendawakan supaya pada saat tindakan tidak rewel karena lapar

 

Tahap Eksekusi :

  1. Gunakan Spuit 1cc, Needle 30, dan Lidocain 1% tidak boleh lebih dari 0,9cc (untuk asumsi BB 3kg). Untuk bayi dengan BB lebih dari 3 kg tinggal disesuaikan dosisnya.
  2. Mulai lah dengan ring blok / infiltrasi terlebih dahulu di area yg sdh terbius salep (kalau saya biasanya mulai dari jam 3 ke arah jam 7 , lalu jam 6 kearah jam 11, lalu jam 3 ke arah jam 11, ketika sampai di jam 12 agak banyakin Infiltrasi nya untuk keperluan injeksi Nerve blok nanti.
  3. Setelah ring blok selesai, baru Nerve Blok tegak lurus di jam 12, karena mayoritas kulup bayi kebanyakan ada perlengketan.
  4. Ketika injeksi, mintalah orangtua bayi atau asisten untuk memfiksasi lutut bayi supaya tdk bergerak. Tapi yg perlu diingat, timing dari fiksasinya adalah ketika saat injeksi saja, jadi ketika jarum sudah terangkat maka kendurkan lah fiksasi lutut. Hal ini bertujuan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat fiksasi. Karena mayoritas bayi itu menangis karena difiksasi.
  5. Setelah proses pembiusan, tunggu 3-4 menit supaya obat bius bekerja maksimal, baru dilakukan proses khitan.

Semoga bermanfaat…


Cari Artikel

ZSR Certified Trainer

Like Us

Facebook By Weblizar Powered By Weblizar
WhatsApp Konsultasi dengan Dokter